Minggu, 05 Februari 2012

Pelukan Daniel

“Dalam kesenangan, mudah sekali melupakan Tuhan. Dalam kesusahan, susah sekali melupakanNya.”


“Yang penting bukan seberapa lama kita hidup tetapi yang penting adalah seberapa bergunanya kita bagi sesama selama kita hidup”

“Terkadang masalah kita terlihat seperti raksasa dan kita harus mengangkat kepala kita untuk melihat raksasa tersebut. Namun, perlu diingat Tuhan melihat masalah tersebut dengan menundukan kepalaNya karena masalah kita terlalu kecil buat Dia.”


“Kita putus!” Masih terngiang ditelingaku kalimat yang diucapkan Agnes dua jam yang lalu.

Aku hanya diam membisu. Seolah ada sesuatu yang tajam menusuk ke dalam hatiku.

“Kamu ngga kayak cowok teman-teman aku yang lain. Kalau mau dibandingin kayak langit dan bumi deh. Semuanya pada cerita tentang kehebatan dan kelebihan pacar mereka sedangkan aku? Aku ngga tau harus ngomong apa!”

Senyuman Alex

“Terkadang kita memperalat Tuhan sebagai penyelesai masalah, padahal Dia sebenarnya dengan terpaksa memperalat masalah agar kita mendekatiNya. Jangan menganggap Dia alat yang bisa kita pakai hanya ketika masalah datang & kita lupakan ketika masalah hilang.”

“Tuhan selalu punya rencana indah di balik suatu kejadian yang Ia ijinkan terjadi dalam hidupmu.”

#####
Aku menatap bocah enam tahun yang berdiri di depanku. Tubuhnya penuh dengan daki. Aroma tak sedap merasuki penciumanku. Entah sudah berapa lama tubuhnya yang mungil tak bersentuhan dengan air dan sabun mandi.
loading...